Asam Urat Juga Bisa Menyerang Usia Muda

Asam Urat Juga Bisa Menyerang Usia Muda

Penyakit asam urat juga bisa menyerang mereka yang berusia sekitar 20 tahun bahkan lebih muda lagi yaitu remaja. Tetapi bukankah penyakit asam urat selama ini dikenal sebagai penyakit degeneratif yang hanya dialami oleh mereka di atas usia 40 tahun ? Hasil survei WHO justru menunjukkan rincian bahwa di Indonesia penyakit asam urat 35% terjadi pada pria di bawah usia 34 tahun. Sementara itu juga disebutkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar ke 4 di dunia yang penduduknya menderita asam urat.

Di dalam negeri sendiri berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, diketahui bahwa penyakit asam urat termasuk memiliki prevalensi tertinggi mencapai 24,7 persen. Jumlah itu merupakan peringkat dua dengan selisih sedikit dibawah hipertensi dengan prevalensi 25,8 persen.

Kecenderungan meningkatnya jumlah penderita asam di usia muda juga terjadi di masyarakat dari negara yang sudah maju, seperti di Inggris. Tercatat sejak tahun 2012, jumlah pasien asam urat yang berusia 20 hingga 30-an melonjak sampai 30 persen. “Sebelumnya mereka dianggap terlalu muda untuk menderita penyakit tersebut,”  jelas Dr Kelsey Jordan, konsultan rematologi dan dosen senior di Brighton & Sussex University Hospitals NHS Trust.

Seperti dilansir mirror.co.uk, Dr Kelsey memperkirakan bahwa kenaikan jumlah penderita asam urat itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kenaikan obesitas di Inggris, populasi pada usia lanjut, meningkatnya diabetes tipe 2 dan banyaknya penggunaan aspirin dosis rendah dan diuretik.

Tidak aneh kalau pada tahun tahun-tahun selanjutnya, terutama di saat ini jumlah korban asam urat semakin banyak dari kalangan mereka yang berusia lebih muda. Memprihatinkan karena penyakit akibat tingginya kadar asam urat dalam darah ini bukan hanya identik dengan jempol kaki bengkak, melainkan kondisi itu seperti gunung es yang mengindikasikan gangguan terhadap kinerja ginjal.

Bukannya tak mungkin endapan asam urat yang tinggi akan mengganggu kinerja ginjal, akibat paling parah adalah gagal ginjal yang berarti hanya satu langkah menuju kematian  jika tidak mendapatkan penanganan medis yang serius. Banyak orang di jaman modern yang tak bisa mencapai usia tujuhpuluh tahun akibat berbagai penyakit yang awalnya memang sulit terdeteksi.

Selain naiknya kadar asam urat, juga kolesterol dan kadar gula yang pada umumnya bermula dari konsumsi makanan. Penyembuhannya yang berkorelasi dengan kesadaran dan kemauan individu untuk beralih ke gaya hidup sehat membuat penyakit akibat “salah selera” terhadap makanan ini semakin berkembang sampai merenggut nyawa penderitanya.

Meskipun ada beberapa faktor penyebab tingginya kadar asam urat, pada kenyataannya lebih banyak diakibatkan oleh konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi. Purin adalah salah satu zat yang terdapat dalam makanan, setelah melalui beberapa proses dalam tubuh, purin tadi berubah menjadi asam urat. Selanjutnya pembuangan “sampah” asam urat tersebut dilakukan oleh ginjal.

Jika terlalu berlebihan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak purin, maka dengan sendirinya “sampah” asam urat juga akan menjadi lebih banyak. Akibatnya ginjal harus bekerja mati-matian untuk menyaring dan membuang “sampah” tersebut melalui urin. Sampai pada batas maksimal, ginjal tidak lagi mampu menyaring asam urat sehingga “sampah” yang seharusnya dibuang itu ikut masuk ke dalam darah.

Setelah “sampah” asam urat yang berbentuk kristal runcing seperti jarum berkelana mengikuti aliran darah, akhirnya tersangkut pada bagian tubuh manusia yang paling bawah, yaitu pada kaki. Karena gaya gravitasi mereka sulit naik ke atas dan akhirnya tertumpuk pada sendi jempol kaki. Karena jumlahnya yang semakin banyak, tumpukan kristal asam urat itupun akhirnya mengganjal sendi jempol kaki.

Saat itulah korbannya menyebut sebagai serangan gejala asam urat. Tidak seheboh serangan teroris, tapi penderitaan yang dialami oleh korban asam urat tinggi ini sakitnya setara dengan terserempet tembakan peluru. Pada umumnya serangan asam urat terjadi pada malam hari, karena itu langkah yang paling baik tidak usah menunggu sampai pagi hari untuk berobat ke dokter. Saat itu juga korban sebaiknya dibawa ke UGD.

Jika pada prinsipnya kadar asam urat tinggi disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi purin, maka siapapun yang mengkonsumsi makanan berpurin tinggi akan bisa terkena serangan asam urat, termasuk mereka yang berusia dibawah 30 tahun bahkan yang maih berusia remaja. Bukan berarti wanita yang memiliki hormon estrogen bisa terhindar dari serangan asam urat, jika konsumsi purin dilakukan sampai di luar batas maksimal maka akibatnya juga akan sama.

Jadi mengapa anak-anak muda lebih cenderung mengkonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi ? Di Indonesia boleh disebut karena terjadinya perubahan gaya hidup, khususnya menyangkut pola makan.

Gaya hidup kebarat-baratan yang dibawa masuk melalui bisnis franchise menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya penderita asam urat di usia muda. Kaum muda sesuai dengan kecenderungannya untuk mencoba hal-hal yang baru, jika semula terbiasa mengkonsumsi sayuran kini ikut-ikutan beralih mengkonsumsi junk food, alasan untuk lebih menghemat waktu dan praktis menjadi pembenar bagi mereka yang sibuk.

Purin tinggi penyebab asam urat yang menyerang usia 20
Roti dan daging hanburger, keduanya mengandung purin tinggi.

Kebiasaan mengonsumsi air putih setelah makan juga ikut-ikutan berubah, banyak orang yang meniru kebiasaan barat dengan minum soda, bir bahkan minuman mengandung kadar alkohol lebih tinggi. Sementara itu teknologi juga berkembang dengan cepat dalam menciptakan berbagai gadget canggih untuk menunjang kemudahan konsumen. Akibatnya aktivitas fisik pun menjadi berkurang, apalagi kaum remaja yang suka bermain online, mereka bisa berjam-jam duduk diam sambil memelototi gadget.

Purin tinggi penyebab asam urat yang menyerang remaja
Purin dalam bir cukup tinggi karena minuman ini hasil fermentasi

Faktor lain yang justru lebih penting adalah kurangnya pengetahuan mengenai hidup sehat. Tidak hanya pada anak-anak dan remaja, kebanyakan orang tua yang seharusnya bisa memberikan pengarahan bagi anak-anak mereka pun masih tidak bisa memilih mana makanan sehat dan mana yang bukan. Disamping itu kebiasaan pola makan orang tua yang salah pada umumnya juga akan diwariskan kepada anak-anak mereka.

Seorang ibu yang kurang menyukai sayur dan buah-buahan, karena lebih menyukai daging merah akan mengisi menu harian keluarga dengan kesukaannya tersebut. Akibatnya tanpa disadari membentuk perilaku dan kebiasaan anak-anak, sehingga sampai dewasa pun mereka akan menjauhi konsumsi sayur dan buah-buahan.

Mencegah meluasnya para penderita asam urat di kalangan usia muda membutuhkan sosialisasi dan kepedulian semua pihak. Untuk mengubah mindset positif mengenai pola makan yang sehat bukan hanya menjsdi tanggung jawab para penyuluh kesehatan atau kalangan medis, tetapi juga peranan media masa dan para tokoh masyarakat yang dilakukan secara berkesinambungan.

Gaya hidup masyarakat akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan kondisi sosial ekonomi dan trend bisnis global. Kondisi ini memang tidak bisa dihindari, karenanya lebih diperlukan sikap arif dan kecerdasan masing-masing individu unruk mengantisipasi dampak negatif yang menyertai perubahan-perubahan tersebut.

Sayangnya tidak banyak orang yang bisa bersikap seperti itu, kecuali mereka yang memiliki kepedulian tinggi seperti Anda. Karena setidaknya telah bersusah payah dan berusaha untuk memperoleh informasi dan pengetahuan tentang kesehatan yang sebenarnya merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sehari-hari.


Artikel terkait Asam Urat Juga Bisa Menyerang Usia Muda :

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More