Mengapa Laki-laki Lebih Mudah Terserang Asam Urat ?


Laki-laki lebih mudah terserang asam urat (Gouty Arthritis) dibandingkan dengan kaum wanita, meskipun makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan purin yang sama. Mengapa demikian ?  Wanita memiliki hormon estrogen yang dapat ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. Tetapi ketika wanita sudah tidak memiliki hormon estrogen, yakni di saat menopause, maka peluangnya untuk terserang asam urat akan menjadi sama besarnya dengan laki-laki..

Estrogen yang juga disebut hormon seks berperan dalam perkembangan generatif dan reproduksi wanita. Hormon ini tidak hanya diproduksi dalam ovarium, tetapi juga diproduksi oleh sel-sel lemak dan kelenjar adrenal. Estrogen berperan penting dalam pengembangan karakteristik seks sekunder, seperti pembentukan dan pertumbuhan payudara.

Estrogen akan meningkat di masa pubertas dan saat kehamilan, keadaan ini mengakibatkan jarangnya ditemukan kasus penderita asam urat tinggi pada kaum wanita selama mereka masih mampu memproduksi estrogen. Karena hormon ini ikut membantu proses pembuangan asam urat. Laki-laki juga memiliki hormon estrogen, tetapi lebih rendah daripada wanita dan berperan terhadap kuantitas sperma.

Selain itu gaya hidup kebanyakan laki-laki yang lebih sering bersosialisasi juga menyebabkan konsumsi purin lebih banyak. Misalnya, sering mengikuti acara yang menyajikan makanan kaya protein sampai minum minuman beralkohol. Tanpa bekal pengetahuan yang cukup mengenai bahaya tingginya kadar asam urat salam darah, kebiasaan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

Kaum laki-laki sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga, karena pekerjaan dan tugasnya juga sering makan di luar. Seperti kecenderungan setiap orang, maka pilihannya akan tertuju pada masakan paling mengundang selera, yakni berbahan utama daging atau seafood yang juga kaya purin. Jika terdesak oleh terbatasnya waktu, alternatifnya juga makanan tak sehat: fastfood


Jika dicermati, semua makanan yang mengundang selera dan bisa menaikkan gengsi konsumennya adalah makanan mahal yang kaya protein dan kaya purin. Tanpa upaya mengubah pola makan yang telah menjadi kebiasaan, maka akan terjadi percepatan penumpukan purin. Sehingga jika semula serangan asam urat umumnya dialami setelah laki-laki berusia lebih dari 40 tahun, kini batasan itu cenderung menurun. Pada beberapa kasus, usia di bawah 30 tahun pun sudah banyak yang mengalami gejala serangan asam urat.

Berapa kadar asam urat normal ?

Kadar asam urat normal antara laki-laki dan perempuan juga tidak sama. Menurut WHO kadar normal asam urat pada laki-laki dewasa adalah antara 2 - 7,5 mg/dL,. Sedangkan untuk wanita yang sudah dewasa berkisar antara 2 - 6,5 mg/dL. Batasan normal kadar asam urat juga berubah pada laki-laki berusia diatas 40 tahun, yakni antara 2 - 8,5 mg/dL, pada wanita juga meningkat menjadi 2 – 8 mg/dL
Sementara pada anak laki-laki berusia 10-18 tahun kadar normal asam uratnya berkisar antara 2 - 8,5 mg/dL dan untuk anak-anak perempuan antara 3,6 - 4 mg/dl.

Pemeriksaan kadar asam urat bisa dilakukan dengan tes Enzimatik yang menunjuk angka maksimal 7mg/dl, sedangkan jika menggunakan teknik biasa nilai maksimalnya menunjuk pada 8 mg/dl. Jika kadar asam urat melebihi ukuran tersebut, maka sangat mungkin mengalami kadar asam urat yang tinggi dalam darah atau Hiperurisemia.

Kadar asam urat pada laki-laki cenderung meningkat saat memasuki usia remaja. Sebaliknya pada wanita justru menurun setelah haid pertama dan akan kembali naik setelah masuk masa menopause. Masalahnya, tingkat kadar asam urat dalam darah tidak bisa dirasakan, apakah masih dalam batas normal atau pada ambang batas maksimal.

Sehingga datangnya serangan asam urat tidak bisa diprediksi, umumnya korban secara mendadak akan merasakan sakit luar biasa pada jempol jari kaki di saat bangun pagi. Tetapi masalah yang seharusnya disesali adalah selama ini ternyata ginjal telah terpacu bekerja keras sampai pada titik maksimal dan tidak lagi mampu menyaring asam urat. Akibatnya, kadar asam urat dalam darah menjadi berlebihan dan kondisi ini disebut sebagai hiperurisemia.

Hiperusemia inilah yang menjadi penyebab Gouty Arthritis atau lebih populer dengan sebutan penyakit asam urat. Penyembuhannya yang benar tidak dilakukan terbatas untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegah peradangan, tetapi terutama juga harus dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah secara berkelanjutan.

Cara yang terbaik dan tidak menimbulkan efek merugikan adalah mengubah pola makan untuk menghindari tingginya asupan purin. Celakanya cara ini justru paling sulit dilakukan karena sama halnya dengan mengubah kebiasaan hidup sehari-hari yang sudah dijalani selama hidup.

Makin banyak laki-laki mati dibawah usia 50 tahun

Laki-laki lebih mudah terserang asam urat karena faktor bawaan dan gaya hidup. Ditambah dengan ketidaktahuan, maka sebelum usia 40 tahun laki-laki akan mulai mengalami gejala serangan asam urat. Kemudian dalam sepuluh tahun ke depan akan disusul dengan dialaminya beberapa penyakit berbahaya yang dipicu oleh semakin tingginya kadar asam urat, sekaligus sebagai penyebab kematian.


Artikel terkait :

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More