Satu Obat untuk Asam Urat, Rematik dan Lain-lain

Obat Asam urat dan rematik dalam satu label, padahal pengertiannya berbeda

Obat asam urat dan rematik merupakan label yang terdapat pada banyak obat-obatan berkategori jamu dan herbal. Beberapa masih ditambah lagi sehingga menjadi : Obat untuk Asam Urat, Rematik dan Pegal Linu. Bahkan produsen yang ingin  menjaring konsumen sebanyak-banyaknya  menuliskan label lebih komnplit : Obat untuk Asam Urat, Rematik, Nyeri Tulang dan Kolesterol.

Padahal antara penyakit asam urat, rematik dan kolesterol memiliki pengertian yang sama sekali berbeda. Kesamaannya, memang penderita akan merasakan nyeri pada persendian, tetapi mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri tanpa tahu apa yang menjadi penyebabnya adalah tindakan yang tidak menuntaskan masalah. Bahkan berbahaya karena bisa berdampak memicu timbulnya penyakit lain yang lebih parah.

Di era sesudah kemerdekaan hingga tahun 1960-an memang dikenal istilah encok untuk penyakit nyeri pada persendian. Sebagaian menyebut pegal linu dengan konotasi yang lebih cenderung akibat kerja keras, sehingga penyembuhannya cukup dilakukan dengan pijat. Setelah masa itu untuk kondisi yang sama orang lebih suka menyebutnya sebagai rheumatik atau rematik, nyaris setiap orang yang mengalami nyeri  di persendian tak pernah lagi disebut menderita encok atau pegal linu.

Di era 1980-an dikenal istilah baru untuk mereka yang mengalami nyeri sendi sebagai sakit asam urat. Kali ini bukan hanya istilahnya yang baru, tetapi penyakitnya pun baru mengingat pada masa itu kondisi sosial ekonomi masyarakat jauh lebih baik dibandingkan era tahun 1960-an. Konsumsi masyarakat sudah berubah dari yang hanya sesekali mengkonsumsi daging ayam kampung, kala itu setiap hari bisa mengkonsumsi daging ayam broiller.

Sampai saat ini, bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun istilah paling populer untuk nyeri sendi adalah asam urat. Sementara generasi sebelumnya yang rata-rata sempat mengalami masa populernya istilah rematik, cenderung menggeneralisir semua nyeri sendi sebagai rematik. Jadi tidak sepenuhnya salah produsen untuk menjual obat mereka dengan label : Obat untuk Asam Urat dan Rematik.

Hal ini bisa dicermati ketika dua golongan usia tersebut merespon keluhan seseorang yang menderita nyeri sendi. Mereka yang berusia 40-an akan menanggapinya sebagai penyakit asam urat, sekaligus dengan berbagai saran agar tidak mengkonsumsi makanan-makanan tertentu. Sementara mereka yang berusia 50-an atau lebih akan menyimpulkannya sebagai sakit rematik, juga dilengkapi dengan berbagai saran, antara lain jangan sering mandi malam hari.

Produsen yang bergerak di bidang kefarmasian tahu persis perbedaan medis antara asam urat dan rematik, karena pertimbangan efektivitas pemasaran maka pilihan label “satu obat untuk dua penyakit” itu merupakan pilihan terbaik. Bagaimana pun juga sebuah produk harus bisa “diterima” oleh konsumennya meskipun harus mengikuti pengertian yang salah kaprah.

Akibatnya, konsumen yang tahu perbedaan antara penyakit asam urat dan rematik akan menjadi ragu-ragu untuk membeli obat dengan label berkhasiat ganda tersebut. Mungkin saja obat tersebut dijamin bisa menghilangkan rasa linu dan nyeri pada persendian, tetapi tidak akan bisa menyembuhkan secara tuntas. Karena nyeri sendi hanyalah suatu gejala yang bisa dibebabkan oleh bermacam-macam penyakit.

Asam urat menyerang persendian
Gejala penyakit asam urat dan rematik, sama-sama nyeri sendi

Pada penyakit asam urat misalnya, penderita akan mulai merasakan nyeri pada sendi-sendi tertentu jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi. Rasa nyeri tersebut memang bisa diredam dengan mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri.

Tetapi masalahnya bukan disitu, gejala nyeri sendi lebih mirip dengan puncak gunung berapi yang tersembul diatas permukan laut. Masalah utamanya yang lebih bersifat mendasar justru tidak tersentuh, sehingga sewaktu-waktu bisa memunculkan masalah lebih besar yang sulit untuk ditangani.

Akan lebih baik dan proporsional jika dibawah label “Obat untuk Asam Urat dan Rematik” dicantumkan penjelasan yang lebih spesifik bahwa obat tersebut bersifat darurat dan merupakan pertolongan pertama untuk penderita penyakit asam urat dan rematik. Dengan demikian penderita asam urat yang kurang paham tentang penyakitnya tidak merasa telah sembuh total ketika rasa nyerinya hilang, selanjutnya kembali mengkonsumsi purin dan menghimpun asam urat sebanyak-banyaknya sampai penyakitnya kembali kambuh.


Artikel terkait dengan Obat Asam Urat dan Rematik :

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More