Obat Asam Urat Tradisional Meniran

Obat asam urat tradisional meniran

Obat asam urat tradisional Meniran atau Phyllanthus urinaria merupakan tanaman yang banyak tumbuh di hutan dan di pedesaan, termasuk tumbuhan semak tetapi memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh manusia. Awalnya merupakan tumbuhan liar yang berasal dari daratan Asia termasuk Indonesia. Kini telah tersebar ke Benua Afrika, Amerika, dan Australia. Meniran tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Seperti halnya tumbuhan lain, di setiap daerah tumbuhan ini memiliki nama panggilan yang berbeda-beda. Di Jawa disebut seperrti nama populernya : Meniran dan di daerah Sunda disebut memeniran. Sumatera : ba’me tano, sidukung anak, dudukung anak, baket sikolop. Sulawesi : bolobungo, sidukung anak Maluku : belalang babiji, gosau ma dungi, dan di Ternate : gosau ma dungi roriha.

Meniran juga dikenal sebagai tumbuhan obat di beberapa negara lain dan punya nama sendiri, misalnya di China disebut Zhen zhu cao atau hsieh hsia chu. Di India : chanca piedra, quebra pedra, kilanelli. Inggris : child pick a back, stone breaker, shaterrstone, chamber bitter, leafflower. Amerika Selatan : quinine weed dan di Brasil : arrebenta pedira, masih banyak lagi nama lain untuk Meniran sesuai dengan negara tempatnya tumbuh.

Tanaman meniran merupakan salah satu tumbuhan obat yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai negara. Meskipun terdapat beberapa jenis meniran, tetapi yang lebih dikenal dan biasa digunakan untuk pengobatan hanya dua spesies, yaitu Phyllanthus urinaria L dan Phyllanthus niruri L.  Keduanya memiliki bentuk morfologi serta khasiat yang hampir sama untuk pengobatan. Di kalangan pengobatan herbal, Meniran dikenal dengan nama simplisianya : phyllanthi herba (herba meniran)

Di Thailand meniran digunakan secara tradisional untuk menangkal demam dan peluruh air seni. Di Malaysia digunakan untuk menghadang penyakit kulit, sipilis dan gonorhoe. Di Vietnam dan Kamboja, meniran digunakan untuk menangkal TBC. Sedangkan di India, secara luas meniran digunakan untuk mengobati gangguan menstruasi, diare, gangguan pada kulit, diabetes, kencing nanah, dan terbukti mampu mengatasi hepatitis B. Pengobatan di India tersebut didasarkan pada Ayusvedic yang sudah dipraktekkan sejak 2.000 tahun yang lalu.

Tak hanya di wilayah Asia, di Peru meniran dicampur dengan perasan air jeruk nipis diminum sebagai tonikum untuk penderita diabetes mellitus dan penderita hepatitis. Meniran dipercaya mampu merangsang pengeluaran batu empedu dan meningkatkan fungsi hati. Di Suriname, meniran digunakan untuk menangkal kolik, gangguan ginjal, dan berbagai penyakti lever akut atau kronis (Kardinan dan Kusuma, 2004).

Meniran dapat tumbuh subur di tempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini memiliki bentuk batang bulat, basah dan tinggi kurang dari 50 cm. Daun tanaman meniran bertulang menyirip genap, setiap satu tangkai memiliki daun majemuk dengan ukuran yang kecil dan berbentuk lonjong. Bunganya terdapat pada setiap ketiak daun serta menghadap ke bagian bawah.

Bunga Tanaman ini memiliki bunga tunggal yang terdapat pada ketiak daun menghadap ke arah bawah, menggantung dan berwarna putih. Memiliki daun kelopak yang berbentuk bintang, benang sari dan putik tidak terlihat jelas, mahkota bunga kecil dan berwarna putih. Buah Tanaman ini memiliki buah yang berbentuk kotak, bulat pipih dan licin, diameter ± 2mm dan berwarna hijau. Biji Tanaman ini memiliki biji yang kecil, keras dan berbentuk ginjal serta berwarna coklat. Akar Tanaman ini memiliki akar tunggang yang berwarna putih.

Meniran umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa yang biasa berbiak dan tumbuh dengan sendirinya. Di Indonesia meniran bisa ditemukan tumbuh secara liar di tempat terbuka seperti ditanah yang gembur yang mengandung pasir, di ladang, di tepi pantai dan tempat-tempat lainnya. Karena meniran mudah sekali untuk tumbuh dan berkembang biak di sembarang tempat.

Deskripsi meniran untuk obat asam urat

Kandungan Meniran

Berdasarkan penelitian, tanaman meniran mengandung berbagai unsur kimia yaitu Flavonoid terdiri dari quercetine, quercitrine, isoquercitrine, astragaline, rutine, dan physetingglucoside. Lignan yang terdiri dari phyllanthine, hypophyllanthine, phyltetraline, lintretaline, nirathine, nitretaline, nirphylline, nirurin, dan niruriside. Lipid terdiri dari ricinoleic acid, dotriancontanoic acid, linoleic acid, dan linolenic acid. Terpen terdiri dari cymene, limonene, lupeol, dan lupeol acetate. Benzenoid berupa methylsalicilate.

Sedangkan Alkaloid terdiri dari norsecurinine, 4-metoxy-norsecurinine, entnorsecurinina, nirurine, phyllanthine, dan phyllochrysine. Steroid berupa beta-sitosterol. Alcanes berupa triacontanal dan triacontanol (Kardinan dan Kusuma, 2004). Komponen lain yang terkandung dalam meniran antara lain mineral, damar, dan zat penyamak (Thomas, 1992).

Menurut Prof. Sumali, komponen yang berkhasiat dalam tanaman meniran adalah senyawa flavonoid : kuersetin, kuersitrin, isokuersitrin, astragalin, ruitn, kaemferol, dalam bentuk bebas dan terikat sebagai glikosida, senyawa Lignan : filantin, hipofilantin, nirantin, nirtetralin, norsekurinin, sekurinin, alosekurinin, nirfilin, filinirunin dan senyawa alkaloid : entnorsekurinin.

Bagian tanaman dari meniran yang biasa digunakan untuk ramuan obat adalah seluruh bagian tanaman, umumnya bagian daun dan akar meniran dengan cara dikeringkan terlebih dulu. Akarnya dapat dipakai secara tradisional untuk penyembuhan penyakit kuning (hepatitis) karena memiliki khasiat untuk menghambat DNA polymerase yakni suatu enzim yang dibutuhkan oleh virus hepatitis untuk rerproduksi, sehingga karena hambatan tersebut jumlah virus hepatitis B di dalam darah dapat dikurangi.

Selain untuk mengantisipasi hepatitis, meniran juga memiliki efek farmakologis sebagai astingen diuretikum (peluruh air seni), antipiretik (penurun panas), antiinflamasi dan digunakan sebagai obat demam, sakit perut, batuk, sakit gigi, sakit kuning dan gonorhoe.

Kandungan flavonoid yang terdapat pada meniran berfungsi untuk membantu menghambat kinerja enzim xantin oksidase serta superoksidase sehingga pembentukan asam urat terhalang dan berkurang.

Ekstrak herbal meniran telah digunakan sebagai fitofarmaka, yakni obat tradisional yang diakui karena sudah melalui uji klinik pada manusia. Umumnya ekstrak meniran dikemas dalam bentuk kapsul dan sirup yang digunakan sebagai imunostimulans (meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit).

Cara mengkonsumsi meniran sebagai obat

Untuk memperoleh khasiat Meniran secara umum dapat dilakukan dengan cara merebus 15-30 gram herba meniran kering atau 30-60 gram herba segar, kemudian air rebusan tersebut diminum. Cara lainnya adalah tumbuk herba meniran segar, lalu peras. Minum air hasil perasan tersebut.

Untuk pemakaian luar, cuci herba meniran yang masih segar, lalu giling sampai halus. Bubuhkan gilingan meniran tersebut ke tempat yang sakit, kemudian dibalut. Dosis yang dianjurkan untuk pemakaian herbal meniran ini adalah dengan dosis ekstrak 600-900 mg sehari terbagi dalam 3x pemakaian.

Meramu Meniran untuk obat sakit asam urat

Siapkan tanaman Meniran, diambil daun, batang dan akarnya dalam keadaan masih segar seberat kurang lebih 60 gram. Setelah dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air, sisakan sampai 1 gelas. Saring air rebusan dan minum dalam keadaan dingin, masing-masing setengah gelas pada pagi dan malam hari.


Obat tradisional asam urat lainnya :

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More