Mereka Bunuh Diri Karena Tersiksa Asam Urat Tinggi

Karena tersiksa sakit asam urat mereka bunuh diri

Bunuh diri karena penyakit asam urat tinggi bukannya tidak mungkin, siksaan rasa nyeri pada sendi penderita di saat kambuh yang dialami selama bertahun-tahun bisa membuat stres berat dan putus asa. Dalam kondisi emosi yang labil, mereka bukan mencari informasi dan obat untuk penyembuhan yang mujarab, melainkan mengambil jalan pintas : mengakhiri kondisi tubuhnya yang menjengkelkan dengan bunuh diri !

Penyakit asam urat tinggi bisa memicu orang untuk melakukan bunuh diri bukan hanya isapan jempol atau kabar burung. Berikut adalah kutipan dari situs berita yang memuat peristiwa bunuh diri karena penyakit asam urat. Kasus-kasus berikut hanya sebagian, kasus yang sama sangat mungkin terjadi di beberapa daerah dan waktu berbeda.

Tujuannya bukan memberi inspirasi untuk bunuh diri, tetapi mengingatkan pentingnya informasi mengenai penyakit asam urat untuk memperluas wawasan sehingga penyakit tersebut tak perlu dialami. Sebenarnya untuk penderita asam urat tinggi akibat pola makan yang salah, bisa menyembuhkan diri sendiri dengan obat-obatan tradisional atau obat generik yang murah. Bahkan tanpa obat, cukup mengendalikan diri dan mengubah pola makan.

Bunadi Nekat Bunuh Diri Karena Penyakit Asam Urat

Warga Desa Kotakan, Kecamatan Kota, Situbondo geger karena ditemukannya Bunadi berusia 56 tahun, tewas gantung diri di dalam rumahnya. Pasalnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir itu depresi karena penyakit asam urat yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Namun, polisi meragukan kematian korban akibat gantung diri. Disebut-sebut, ada beberapa indikasi yang memungkinkan korban meninggal bukan karena bunuh diri. Di antaranya, karena posisi tempat tergantungnya korban cukup pendek. Sehingga kaki korban dimungkinkan menyentuh lantai rumah. Selain itu, lidah korban juga tidak menjulur seperti lazimnya orang tewas gantung diri.

Karena itu tim dokter melakukan visum secara menyeluruh dan lebih cermat terhadap jasad Bunadi. Hasil dari visum yang dilakukan di ruang jenazah RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo itu secara resmi disampaikan oleh pihak kepolisian bahwa ternyata Bunadi meninggal murni karena bunuh diri.

Bunadi sakit asam urat, depresi lalu bunuh diri
Jenasah Bunadi saat diangkat warga untuk dilakukan visum di ruang jenazah RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo

"Hasil visum, korban meninggal murni karena bunuh diri. Ciri utamanya pupil mata pecah dan patah batang leher," kata Kapolsek Situbondo Iptu Bambang Irianto, Senin (7/3/2016). Bambang menuturkan, lidah korban tidak menjulur dan kemaluannya tidak mengeluarkan sperma, ternyata tidak menghilangkan kemungkinan jika korban tewas gantung diri. Sebab, saat ditemukan istrinya, Niwati, korban diduga baru saja meninggal dunia.

"Pengakuan istrinya, baru sekitar 10 menit ditinggal ke rumah tetangganya. Waktu pulang sudah ditemukan menggantung. Jadi wajar jika lidah korban tidak menjulur dan mengeluarkan sperma," papar  Bambang. Dari keterangan para saksi yang berhasil dikumpulkan polisi, Bunadi nekat bunuh diri karena depresi lantaran penyakit asam urat yang dideritanya tak kunjung sembuh.
(Sumber:https:// news.detik.com/berita-jawa-timur/ d-3159275/pria-tewas-diduga-gantung-diri-dipastikan-bunuh-diri)


Mak Uka Akhiri Penyakit Asam Urat dengan Bunuh Diri

Frustrasi akibat penyakit asam urat tak kunjung sembuh, Mak Uka yang berusia 60 tahun menjadi nekad dan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan jalan terjun ke dalam sumur. Peristiwa itu terjadi di Dusun Cicelot, Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Sumedang pada 18 Mei 2016.

Sebelumnya, Ayat tetangga korban sempat menegur Mak Uka ketika dilihatnya sedang berdiri di samping sumur. "Saya melihat korban dekat sumur dan sempat tanya sedang apa," kata Ayat. Korban menjawab ia ingin mati. "Ema mah hayang paeh (ibu ingin mati, Red)," jawab korban seperti ditirukan Ayat yang kemudian menjadi salah satu saksi.

Bunuh diri karena penyakit asam nurat tak kunjung sembuh
Petugas dibantu warga mengangkat jenasah Mak Uka dari dalam sumur.

Mendengar jawaban itu, saksi berlari meminta pertolongan dan saat kembali korban sudah ada di dalam sumur dalam kondisi tewas mengambang. Warga lapor ke polsek kemudian korban dievakuasi tim SAR. Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban prustasi dan mengakhiri hidup karena mempunyai penyakit asam urat yang tak kunjung sembuh.
(Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2016/05/18/mak-uka-terjun-ke-sumur-setelah-mengatakan-ingin-mati-ema-mah-hayang-paeh)


Bunuh Diri Akibat Tak Tahan Sering Tersiksa Sakit Asam Urat

Tak tahan sering tersiksa saat penyakit asam uratnya kambuh,  Waginem (56), warga Desa Selolong, Kecamatan Batik Nau, Bengkulu Utara memilih jalan pintas gantung diri di kayu penyangga atap dapur rumahnya pukul 16.00 WIB, 27 September 2016. Kejadian ini pertama kali diketahui Pendi yang lebih dulu masuk ke dapur rumah saat Muspan dan kakaknya tiba di rumah.

Saat itu, Pendi berteriak menyebut ibunya sudah meninggal dunia. Muspan dan anak sulungnya langsung menurunkan korban dari ikatan. Korban diduga mengikat tali dengan menggunakan kursi dan terjun setelah lehernya terikat. Saat diturunkan suami dan anaknya, warga berdatangan. Kondisi Waginem saat itu sudah tak bernyawa lagi.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Andhika Vishnu, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. M Jufri, S.IK membenarkan kejadian tersebut. Keluarga juga sudah meyakini korban tewas karena murni gantung diri dan tidak ada sebab lain. “Keluarga sudah menandatangani pernyataan menolak jenazah korban diotopsi. Keluarga sudah menerima kejadian itu sebagai musibah dan meyakini murni gantung diri,” terang Kasat Reskrim.

Polisi juga membawa tim medis ke TKP dan memeriksa bagian luar jenazah korban. Hasilnya, tim medis tidak melihat adanya tanda-tanda kekerasan yang dialami Waginem di tubuhnya. “Dari keterangan saksi juga mendukung jika kejadian ini murni gantung diri selain di tubuh korban tidak ada tanda kekerasan,” jelasnya.

Waginem diduga memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri lantaran tak tahan dengan penyakit asam urat yang dideritanya hampir 3 tahun belakangan. Bahkan, Waginem sudah beberapa kali mengaku kesal dengan kondisinya yang sering didera rasa nyeri berkepanjangan setiap kali asam uratnya kambuh pada suaminya, Muspan (61).
(Sumber : http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2016/09/28/irt-gantung-diri-di-dapur/)


Tabrakkan Diri Ke Kereta Api Gara-gara Asam Urat Tinggi

Warga Karanganyar Kebumen heboh lantaran ada seorang pria yang nekat menabrakkan dirinya ke KA Argo Dwipangga jurusan Solo Balapan-Jakarta yang sedang melintas pada Selasa malam, 13 Desember 2016. Hasil penyelidikan polisi menyimpulkan tindakan pria yang bernama Sardini berusia 51 tahun itu karena frustasi terhadap siksaan penyakit asam urat yang dideritanya selama bertahun-tahun.

Hal tersebut terungkap, saat Kapolsek Kapolsek Karanganyar Polres Kebumen AKP Mawakhir menggali informasi dari orang terdekat serta para tetangga. Korban yang ternyata masih bujangan dan kesehariannya bekerja sebagai sopir itu memang menderita asam urat yang menahun.

Jenhgkel asam urat tinggi, Sardini tabrakkan diri ke kereta api
Petugas dan warga menyiapkan Jenasah Sardini untuk diotopsi

“Keterangan dari sejumlah saksi, korban tiba di lokasi kejadian dan motornya langsung diparkir. Usai memarkir, korban langsung berlari ke arah rel dan di saat yang sama dari arah timur melaju kereta tersebut yang langsung menabrak korban,” kata AKP Mawakhir, Rabu (14/12).

“Kuat dugaan karena penyakit asam urat yang menahun. Info yang kami dapatkan hal tersebut sering dikeluhkan korban kepada teman dekat dan para tetangganya,” tambahnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala sehingga meninggal. Selanjutnya, jenazahnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Sruweng untuk dilakukan visum. Selanjutnya korban dikebumikan di TPU dekat rumahnya di desa Plarangan Karanganyar, Kebumen.
(Sumber : http://kriminalitas.com/diduga-karena-asam-urat-sardini-nekat-ngadu-sama-kereta/)

Mencermati para korban pelaku bunuh diri tersebut bisa disimpulkan bahwa mereka berada dalam usia jauh diatas potensi penderita asam urat. Jadi sangat mungkin jika kondisi asam urat tinggi sudah mereka alami selama bertahun-tahun. Selama itu pula setiap kali penyakitnya kambuh karena tanpa disadari telah mengonsumsi makanan tinggi purin, mereka tidak hanya mengalami siksaan yang bersifat fisik. Tetapi juga secara psikologis karena penampilannya menjadi amburadul, semua aktivitanya bisa terhenti dan semua rencana hari itu bisa berantakan.

Meskipun demikian, sesungguhnya apabila mengetahui tentang faktor-faktor potensial yang menyebabkan terjadinya asam urat tinggi, maka penyakit itu bisa dengan mudah dihindari, dicegah bahkan untuk disembuhkan. Banyak orang di lingkungan kita yang tidak tahu tentang pola makan yang sehat, mereka baru menyadarinya setelah terlambat dan dokter mediagnosenya sebagai penyakit asam urat, diabetes atau hipertensi. Semua penyebabnya sampai berakhir dengan bunuh diri itu hanya karena karena semata-mata menuruti nafsu makan yang memberi konsekuensi harus menerima pengorbanan terlalu besar.


Artikel terkait dengan Bunuh Diri Akibat Penyakit Asam Urat Tinggi :

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More